- Teori Brahmana, Van leur mengemukakan teori brahmana, dimana dalam teori menyatakan bahwa yang menyebarkan agama Hindu adalah kaum brahmana. Kekuatan teori dibuktikan penggunaan huruf pallawa & bahasa sanskerta pada prasasti di Indonesia, & brahmana lah yang hanya menguasai kitab weda baik bahasa sanskerta, tulisan pallawa, dan praktik ritualnya. Kelemahan teori ini adalah Brahmana tidak boleh menyebrang lautan, jika menyebrang lautan maka gelarnya hilang, & tidak ada kewajiban brahmana untuk menyebarkan agama Hindu diluar India.
- Teori Ksatria, Cornelis Christiaan Berg (C.C. Berg) mengemukakan teori ksatria didukung Moens, Moekerji, & R.C. Majumdar. Teori ini menyatakan bahwa masuknya agama Hindu-Buddha yang dibawa oleh golongan ksatria atau para perwira atau prajurit. Kekuatan teori didasari jiwa semangat dan berani untuk menaklukan suatu wilayah dari kasta ksatria, adanya kehancuran kerajaan di India Selatan, adanya serangan kerajaan Chola terhadap Sriwijaya abad ke 11. Kelemahan teori ini tidak adanya bukti prasasti, kaum ksatria tdak menguasai bahasa sanskerta dan tulisan pallawa, tidak ada bukti catatan, penyerangan kerajaan Chola baru abad 11, padahal agama Hindu sudah masuk pada abad ke 4.
- Teori Waisya, Nicolaas Johannes Krom (N.J.Krom) menemukakan teori waisya. Teori ini menyatakan bahwa yang menyebarkan agama Hindu adalah para pedagang, melalui menetap dan perkawinan dengan bangsa Indonesia asli memungkinkan adanya generasi penerus Hindu. Kekuatan teori ini didasarkan adanya interaksi kasta waisya dengan penduduk asli Indonesia, sumber daya alam Indonesia yang menarik para kasta waisya, adanya kampung keling, adanya perkawinan dengan pedagang dari India. Kelemahan teori ini adalah kaum waisya tidak menguasai tulisan pallawa & bahasa sanskerta, pedagang hanya fokus berdagang, kasta waisya tidak menguasai weda, dan ritual keagamaan.
- Teori Sudra, Godfried Hariowald Von Faber mengemukakan teori sudra. Teori ini mengemukakan bahwa agama Hindu masuk dibawa oleh kaum sudra yang ingin mencari penghidupan yang layak. Kekuatan teori ini didasarkan keinginan kaum sudra yang ingin hidup layak di Nusantara. Kelemahanya teori adalah sudra tidak tahu ajaran hindu seperti brahmana, tujuan mereka mencari hidup layak bukan penyebaran agama hindu, sudra merupakan kasta yang paling bawah tentu dipastikan sudra tidak memiliki peran untuk penyebaran agama hindu.
- Teori Arus Balik, F.D.K Bosch mengemukakan teori arus balik. Teori ini menyatakan bahwa masyarakat nusantara berperan aktif dalam penyebaran agama Hindu-Buddha. Kekuatan teori ini dibuktikan adaya keinginan belajar agama buddha di India dengan adanya permintaan raja Sriwijaya Balaputradewa abad 9 meminta izin untuk mendirikan wihara di Nalanda dan permintaan ini dikabulkan dan tercatat pada prasasti Nalanda. Kelemahan teori ini adalah ajaran Hindu sudah masuk sejak abad ke 4, sedangkan prasasti Nalanda abad 9, yang berarti belum ada masyarakat nusantara pada abad ke 4 yang memperajari agama di India.
Lincah Menjangan adalah blogspot berbagi ilmu sejarah dan pendidikan, serta berbagai materi mata pelajaran sejarah tingkat SMA
Teori Masuknya Hindu-Buddha Indonesia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Teori Masuknya Hindu-Buddha Indonesia
Teori Brahmana, Van leur mengemukakan teori brahmana, dimana dalam teori menyatakan bahwa yang menyebarkan agama Hindu adalah kaum brahmana....
-
Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur dilakukan sekitar abad X. Timbul berbagai Teori kemungkinan alasan perpindahan istana kerajaan Ma...
-
Sumber sejarah Mataram kuno di Jawa Timur diketahui dari sumber lokal. Sumber lokal terdiri dari prasasti & kitab. Prasasti yang diketa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar