Sumber Sejarah Kerajaan Kediri

Sumber sejarah terdiri dari sumber lokal & Asing. Sumber lokal terdiri dari prasasti & kitab Negarakertagama, Pararaton. Parasti terkait kerajaan Kediri adalah prasasti Padlegan (1117 M). prasasti Panumbangan (1120 M), prasasti Hantang (1135 M), prasasti Talan (1136 M), prasasti dukuh Jepun Desa Tegalrejo (1144 M), prasasti Karangrejo (1134 M), prasasti Pandeglan II (1159 M), prasasti Kayunan (1161 M), prasasti Sukun (1161 M), prasasti Meleri (1169 M), prasasti Angin (1711 M), prasasti Jaring (1181 M), prasasti Ceker (1185 M), prasasti Semandig (1182 M), prasasti Kemulan ( 1194 M), prasasti Sapu Angin (1190 M), prasasti Palah (1197 M), prasasti Candi Pertapan (1198 M), prasasti Galunggung (1200 M), prasasti Biri (1202 M), prasasti Pamotoh (1198 M).

Prasasti Padlegan (1117 M) berisi tentang penetapan desa Padlegan sebagai sima oleh raja Bameswara, menyebutkan bahwa ibukota Dahana tidak di Panjalu melainkan pindah dilembah sungai Lamong sebelah selatan.

Prasasti Panumbangan (1120 M) berasal dari Doko Blitar Jawa Timur. prasasti berisi pengukuhan kembali anugrah berupa  penulisan ulang prasasti dari daun lontar ke batu oleh raja Bameswara.

 Prasasti Hantang (1135 M) berisi penetapan desa Ngantang & 12 desa Thani sebagai Sima oleh Jayabhaya, yang telah membatu raja ketika terjadi perembutan tahta. 

Prasasti Talan (1136 M) berasal dari Gurit Wlingi, Blitar Jawa Timur. Prasasti berisi pemberian & pengukuhan desa Talan sebagai sima sejak zaman Airlangga. 

Prasasti dukuh Jepun Desa Tegalrejo (1144 M)  prasasti tidak bisa dibaca, karena prasasti aus sekali.

Prasasti Karangrejo (1134 M) berisi hak sima kepada patung dewa Ganesha.

 Prasasti Pandeglan II (1159 M) berasal dari Sregat Blitar Jawa Timur.  Prasasti berisi penetapan desa Pandlegan sebagai sima oleh Sri Sarwweswara. 

Prasasti Kayunan (1161 M) berasal dari Kahyunan Pare Kediri Jawa Timur. Prasasti berisi penetapan desa Kahyunan sebagai sima oleh Sri Sarwweswara.

Prasasti Sukun (1161 M) berisi tentang pengukuhan penetapan desa Sukun sebagai sima oleh Sri Sarwweswara.

Prasasti Meleri (1169 M) berasal dari desa Meleri Srengat Blitar Jawa Timur. Prasasti isinya tidak bisa diketahui karena rusak berat. 

Prasasti Angin (1711 M) berasal dari Dadapan Jemekan Ngadiluwih Kediri Jawa Timur. Prasasti isinya juga belum diketahui karena mengalami rusak berat.

Prasasti Jaring (1181 M) berasal dari Jaring Kembang Arum Blitar Jawa Timur. Prasasti berisi penetapan desa Jaring sebagai sima oleh Sri Gandra. 

Prasasti Ceker (1185 M) asal tidak diketahui. Prasasti isinya belum jelas hanya terdapat penetapan daerah Ceker sebagai sima oleh Sri Kameswara. 

Prasasti Semandig (1182 M) berasal dari Semanding Nglegok Blitar Jawatimur. Prasasti isinya tidak diketahui karena rusak hanya terbaca nama raja yang mengeluarkan yaitu Sri Kameswara. 

Prasasti Kemulan (1194 M) Prasasti isinya sulit diketahui karena mengalami kerusakan. 

Prasasti Sapu Angin (1190 M) berasal dari perkebunan Sapu Angin Geger Kalangbret, Tulungagung Jawa Timur. Prasasti berisi pendirian pertapaan oleh Sri Krtajaya.

Prasasti Palah (1197 M) berasal dari pelataran Candi Penataran Blitar Jawa Timur.Prasasti berisi pemujaan untuk batara di Palah setiap harinya.

Prasasti Candi Pertapan (1198 M) berasal dari Pinggirsari Sregat Blitar Jawa Timur. prasasti berisi pembangunan-bangunan suci untuk leluhur di Subhasitha.

Prasasti Galunggung (1200 M) berasal dari makam desa Pajer Jero Sumbergempol Ngunut Tulungagung Jawa Timur. Prasasti bersisi penetapan wilayah Galunggung sebagai sima oleh Sri Sarwweswara. 

Prasasti Biri (1202 M) berisi tentang penetapan desa Biri sebagai sima oleh raja Srngga

Prasasti Pamotoh (1198 M) berasal dari perkebunan Ukir Negara Sirah Kencong Wlingi Blitar Jawa Timur. Prasasti berisi pemberian sima dan hadiah lainya.

Negarakertagama, & Pararaton memberikan informasi bahwa kerajaan Kediri runtuh karena diseran oleh Sri Ranggah Rajasa yang bertahta di Kutharaja Tumampel menyerang raja Kediri Kertajaya.

Sumber asing yang diketahui hanyalah sumber Cina dinasti Song bahwa memberikan gambaran kehidupan masyarakat kediri dengan gambaran bahwa  lutut & rambutnya terurai. Rumah-rumah rata-rata sangat bersih & rapi. Lantainya terbuat dari ubin yang bewarna hijau & kuning. Pemerintahanya sangat memperhatikan keadaan rakyat sehinga pertanian, pertenakan, & perdangngan mengalami kemajuan yang cukup pesat. Golongan masyarakat ada dua yaitu masyarakat yang memiliki hubungan resmi dengan pemerintah & masyarakat Wiraswasta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teori Masuknya Hindu-Buddha Indonesia

Teori Brahmana, Van leur mengemukakan teori brahmana, dimana dalam teori menyatakan bahwa yang menyebarkan agama Hindu adalah kaum brahmana....