Sumber sejarah Majapahit berasal dari sumber lokal dan sumber asing. Sumber lokal berupa prasasti Kudadu (1294 M), prasasti Sukamerta, prasasti Tuharu (1323 M), prasasti Balitar (1324 M), prasasti Geneng (1329 M), prasasti Prapancasarapura, prasasti Canggu (1358 M), prasasti Waringin Pitu (1447 M), Negarakertagam (1365 M), Pararaton (1481 M), babad Tanah Jawa, Kidung Sundayana. Sumber asing terdiri dari berita Dinasti Yuan, catatan dinasti Ming, catatan Pigafetta (1522 M).
Prasasti Kudadu (1294 M) berisi penetapan kudadu sebagai sima karena telah membantu raja merebut kekuasaan. Prasasti Sukamerta (1296 M) berisi penetapan desa Sukamerta sebagai sima oleh raden Wijaya. Prasasti Tuharu (1323 M) erisi penetapan desa Tuharu sebagai sima oleh Jayanegara & menyebutkan susunan pemerintahan masa Jayanegara. prasasti Balitar (1324 M) isisnya tidak bisa dibaca hanya angka tahunya yang terbaca. Prasasti Geneng (1329 M) berisi penetapan Geneng sebagai sima oleh Tribuanatunggadewi, & menyebutkan susuna lembaga pemerintahan Tribuana Tunggadewi. Prasasti Prapancasarapura (1337 M) berisi susunan jabatan di Majapahit masa Hayam Wuruk tapi tidak lengkap. Prasasti Canggu (1358 M) berisi mengatur & menentukan kedudukan hukum desa-desa di tepi sungai Brantas & Solo yang menjadi tempat penyemberangnan. Prasasti Waringin Pitu (1447 M) penetapan Waringin Pitu sebagai sima oleh Dyah Kertawijaya. Negarakertagam (1365 M) menceritakan perjalanan Hayam Wuruk yang dicatat oleh Mpu Prapanca. Pararaton (1481 M) menceritakan sejarah Ken Arok seolah catatan harian. Babad Tanah Jawa berisi sejarah kerajaan Mataram Islam dari Majapahit, Kidung Sundayana menceritakan peristiwa bubat. Sumber asing terdiri dari berita Dinasti Yuan kisah penyerangan bangsa mongol untuk menundukan pulau Jawa, catatan dinasti Ming berisi gambaran kondisi Majapahit ketika peran Paregreg, catatan Pigafetta (1522 M) berisi pernyataan bahwa Majapahit telah jatuh pada kekuasan Demak dengan raja Adipati Unus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar