Sumber Kerajaan Mataram Kuno Jawa Timur

 Sumber sejarah Mataram kuno di Jawa Timur diketahui dari sumber lokal. Sumber lokal terdiri dari prasasti & kitab. Prasasti yang diketahui terdiri dari prasasti Turryan (929 M), prasasti Gulung-gulung (929 M), prasasti Linggasutan (929 M), prasasti Cunggrang (929M), prasasti Jeru-Jeru (930 M), prasasti Wulig (935 M), prasasti Anjukladang (937M), prasasti Paradah (934 M), prasasti Hara-hara (966 M), prasasti Kamwang kulwan (992 M) prasasti Muncang (994 M), prasasti Lucem (1012-1014), prasasti Cane (1021 M), prasasti Baru (1030 M), prasasti Terep (1032 M), parasasti Turun Hyang (1036 M), prasasti Kamalagyan (1037 M), prasasti Pucangan (1041 M), prasasti Wurara (1289), prasasti Pamwatan (1042 M), prasasti Pandan (1042 M). kitab yang memuat sejarah kerajaan Medang kamulan terdiri dari kitab Calon Arang, & kitab Negarakertagama. 

Prasasti Turryan (929 M) berasal dari dukuh Watugodeg Tanggung Turen Malang Jawa Timur. Prasasti ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. Prasasti berisi tentang tanah di desa Truyyan dijadikan sima oleh Mpu Sindok. 

Prasasti Gulung-gulung (929 M) berasal dari Singasari Malang Jawa Timur. Prasasti ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. prasasti berisi penetapan tanah sawah di daerah Gulung-gulung untuk sima oleh Mpu Sindok.

 Prasasti Linggasutan (929 M) dari desa Baturetno Singosari Malang Jawatimur. Prasasti ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. Prasasti berisi penetapan desa Linggasutan & wilayah Hujung sebagai sima oleh Mpu Sindok.

Prasasti Cunggrang (929M) berasal dari Desa Bulusari Gempol Pasuruan Jawa Timur. Prasasti ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. parasasti berisi penetapan desa Cunggrang sebagai sima oleh Mpu Sindok. 

Prasasti Jeru-Jeru (930 M) berasal dari Singosari Malang Jawa Timur. Prasasti ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. Prasasti berisi penetapan tanah sima di desa Jeru-jeru oleh Mpu Sindok.

Prasasti Wulig (935 M) berisi tentang penetapan bendungan di wuatan wulas & Tamya yang dibangun oleh penduduk desa Wulig dibawah sang Pamgat Susunan. Peresmian dilaksanakan istri Mpu Sindok Rakryan Mangibil.

prasasti Anjukladang (937M) berasal dari desa Candiredjo Loceret Nganjuk Jawa Timur.Prasasti ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. Prasasti berisi penetapan tanah sawah desa Anjukladang oleh Mpu Sindok & peringatan tugu kemenangan melawan serangan Sriwijaya.

Prasasti Paradah (934 M) berasal dari desa Siman Kepung Kediri Jawa Timur. Prasasti ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. Prasasti berisi penetapan sima di tanah sawah sebelah utara sungai desa Paradah

Prasasti Hara-hara (966 M) berisi tentang pemberian tanah Sima oleh Mpu Mano kepada Mpungku di Susuk Pager & Mpungku di Nairajana yang benama Buddhiwala yang terletak di desa Hara-hara sebelah selatan rumahnya.

Prasasti Kawambang Kulwan (992 M) berasal dari sendang Kamal Maospati Magetan. Prasasti ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. Prasasti berisi penetapan sima di desa Kawambang Kulwan oleh Dharmawangsa Teguh yang diteruskan Pu Dharmmasanggramawikranta dan diterima oleh Samgat Kanuruhan Pu Burung tentang pendirian bangunan suci dewa Siwa & adanya ajaran Siwasasana.

Prasasti Muncang (994 M) ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno.Prasasti berisi penetapan tanah selatan pasar di Muncang termasuk wilayah Hujung dijadikan sima oleh Mpu Sindok

Prasasti Lucem (1012-1014) berasal dari desa Titik Semen Kediri Jawa Timur. Prasasti ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. Prasasti berisi perbaikan jalan yang telah diperbaiaki oleh samgat dari Lucem bernama Pu Ghek Sembilan ditandai dengan penanaman pohon Bodhi & beringin. 

Prasasti Wurara (1289) pada arca buddha berisi ada dua orang putra raja yang saling bermusuhan berebut tanah yaitu Jenggala & Panjalu.

Prasasti Cane (1021 M) ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. prasasti berisi penetapan sima di desa Cane yang berjuang di garis depan untuk menjadikan desanya benteng pertahanan, disebutkan lokasi keraton Airlanga di Wwatan Mas, adanya bangsa asing yang dikenai pajak seperti orang keling, arya, singhala, Pandikira, Dravida, Campa, Khmer, Remen atau Mon.

Prasasti Baru (1030 M) berasal dari Simpang Surabaya Jawa Timur. Prasasti ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. Prasasti berisi penetapan sima kepada desa Baru yang telah berjasa dalam penaklukan kerajaan Hasin.

 Prasasti Terep (1032 M) ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. Prasasti bersisi penetapan desa Terep sebagai sima, & menyebutkan bahwa ibu kota baru pindah ke Kahuripan yang merupakan bagian Jeggala.

Parasasti Turun Hyang (1036 M) berasal dari dusun Truneng Kemlagi, Mojokerto Jawa Timur. Prasasti ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. Prasasti berisi nama raja Jenggala setelah pembagian kerajaan, & penetapan sima oleh Maha Panji Grasakan kepada desa Turun Hyang karena berjasa melawan Kediri.

Prasasti Kamalagyan (1037 M) berasal dari dusun Klagen desa Tropodo Krian Sidoardjo Jawa Timur. Prasasti ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. Prasasti berisi pendirian bendungan di wringin sapta oleh Airlangga & rakyatnya.

Prasasti Pucangan (1041 M) Prasasti ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. Prasasti berisi cerita pemberontakan wura wuri, dan usaha Airlangga meyatukan kerajaan kembali, & perintah membangun pertapan di Pucangan.

prasasti Pamwatan (1042 M) berasal dari Sambeng Lamongan Jawa Timur. Prasasti ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. Prasasti berisi menyebutan Daha sebagai ibukota Medang Kamulan.

prasasti Pandan (1042 M) berasal dari desa Pandankrajan Trowolan Jawa Timur Prasasti ditulis dalam akasara & bahasa Jawa kuno. Prasasti berisi pemberian penetapan sima pada pejabat desa Pandan.  

kitab kitab Calon Arang berisi cerita seorang Janda Calon Arang yang menguasai ilmu hitam, tapi diakhir cerita ada kisah Medang Kamulan terpecah menjadi dua.  

kitab Negarakertagama berisi perjalanan Hayam wuruk mengelilingi Jawa yang dicatat oleh Mpu Prapanca, da juga membahas peninggalan yang berhubungan sebelum kerajaan Majapahit seperti peningalanan Medang Kamulan yang dikunjungi Hayam Wuruk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teori Masuknya Hindu-Buddha Indonesia

Teori Brahmana, Van leur mengemukakan teori brahmana, dimana dalam teori menyatakan bahwa yang menyebarkan agama Hindu adalah kaum brahmana....